This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 09 Oktober 2011

Sony Ericsson Xperia Ray Mendarat di Indonesia


foto
  TEMPO Interaktif, Jakarta - Sony Ericsson meluncurkan Xperia Ray ke pasar Indonesia. Ponsel ini melengkapi jajaran seri Xperia yang rencananya tahun ini ada sembilan model. Seperti seri sebelumnya yang sudah diluncurkan, Xperia Ray menonjolkan desain yang cantik.
"Sony Xperia Ray menawarkan kombinasi desain yang menawan dengan bahan berkualitas premium dan fitur multimedia," kata Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, saat peluncuran Sony Ericsson Xperia Ray di Jakarta, Jumat kemarin.

Sony Ericsson Xperia Ray ini tampak sekali ingin menomorsatukan kekuatan desain. "Xperia selama ini sudah dikenal dengan kekuatan desainnya. Kalau Xperia Ray ini diletakkan di meja akan terlihat bedanya dengan yang lain," kata Djunadi.

Xperia Ray diniatkan sebagi ponsel berdesain minimalis dengan bingkai aluminium yang memberi kesan elegan. Ponsel dengan layar 3,3 inci ini semakin terlihat mungil karena ketebalannya yang hanya 9,4 milimeter.

Sebagi ponsel dari keluarga besar Sony, Xperia Ray sudah dilengkapi dengan teknologi layar mobile Bravia dari Sony. Pengguna akan bisa menikmati pengalaman menonton yang lebih baik. Layar terbuat dari Kristal yang antigores.

Ponsel Xperia Ray mempunyai kamera 8,1 megapiksel dengan sensor ponsel Exmor R dan fungsi perekam video HD. Dengan sensor kamera Exmor ini Xperia Ray bisa memotret obyek dalam pencahayaan yang minim. "Misalnya pas dugem, itu kan agak temaram, padahal kan tetap ingin foto-foto," kata Djunadi.

Xperia Ray menggunakan sistem operasi Android Gingerbread 2.3 dan prosesor 1 GHz. Dilengkapi fitur Facebook inside Xperia dari Sony Ericsson memberikan pengalaman yang unik. "Xperia ray menyediakan fitur Facebook langsung dari ponsel," katanya. Daftar kontak di ponsel bisa diambil langsung dari akun Facebook.

Beauty, Inside and Out, begitulah Xperia Ray ingin memperkenalkan dirinya ke konsumen. “Mulai dari sistem operasi, kekuatan desain, dan sentuhan Sony Electronic adalah tiga hal yang tidak ditemukan di ponsel lain,” katanya.

Sony Ericsson Xperia Ray sudah tersedia di pasar Indonesia mulai Oktober ini. Dijual dengan harga Rp 3.099.000, terdapat pilihan warna emas, hitam, putih, dan pink. Namun bagi pemegang kartu debit dan kredit PermataBank akan mendapat potongan menjadi Rp 2.499.000. Terdapat juga bonus paket data unlimited gratis selama satu bulan dari Axis.

Hormati Steve Jobs, Peluncuran Samsung Nexus Ditunda

TEMPO Interaktif, California - Pekan ini mestinya Google meluncurkan platform terbarunya untuk meneruskan generasi sistem operasi Android.
Namun lantaran mantan bos Apple Steve Jobs mangkat, Kamis lalu, raksasa teknologi asal California itu urung merilis produk barunya. Menurut rumor yang beredar, rencananya Google dan Samsung akan mengumumkan kehadiran smartphone Nexus yang berjalan dengan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich.

"Kami memutuskan menunda acara peluncuran untuk menghormati Steve Jobs," kata juru bicara Shari Yoder Doherty seperti dilansir Silicon Valley, Minggu, 9 Oktober 2011.

Dengan adanya keputusan tersebut, acara peluncuran ponsel pintar Nexus yang dijadwalkan digelar Selasa besok di acara CTIA Enterprise and Application di San Diego, Amerika Serikat, dibatalkan. Sayangnya Google ataupun Samsung menolak mengatakan kapan acara itu akan diadakan kembali.

Sistem operasi Ice Cream Sandwich dikabarkan adalah perpaduan antara Android Gingerbread dan Honeycomb, yang masing-masing berjalan pada ponsel dan tablet. Sebelumnya peluncuran ponsel ini ditujukan untuk menyaingi Apple yang pada Rabu lalu baru saja mengumumkan kehadiran iPhone 4S.

Kendati tidak memiliki perbedaan yang mencolok dibanding iPhone 4, iPhone 4S berjalan dengan platform terbaru Apple, yakni iOS5.

Senin, 03 Oktober 2011

Ronaldo (O Fenomeno)

Ronaldo Luís Nazário de Lima (lahir di Bento Ribeiro, Brasil, 22 September 1976; umur 35 tahun; umumnya dipanggil Ronaldo saja) adalah seorang pemain sepak bola Brasil yang sangat terkenal. Ia biasanya bermain sebagai penyerang dan saat ini bermain bagi klub Corinthians. Julukannya adalah Il Fenômeno ("Sang Fenomena").

Klub

Cruzeiro (1993)

Awal karier Ronaldo dimulai ketika ia bergabung dengan Cruzeiro pada tahun 1993. Pada musim pertama dan satu-satunya di Cruzeiro, ia mengemas 12 gol dari 14 penampilan dan memenangkan Copa do Brasil untuk pertama kalinya. Setahun setelah debut profesionalnya ia dipanggil masuk skuad timnas sepak bola Brasil untuk Piala Dunia 1994 meskipun ia akhirnya tidak mendapatkan kesempatan bermain.

[sunting] PSV Eindhoven (1994-1996)

Piet de Visser yang merupakan pemandu bakat PSV Eindhoven menyarankan klub itu untuk menarik Ronaldo bergabung. Maka transfer sebesar $6 juta pun dilayangken kepada Cruzeiro ynag tak kuasa menahan bintangnya untuk hengkang. Maka bergabunglah Ronaldo dengan klub Belanda tersebut. Pada musim pertamanya Ronaldo keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Belanda dengan 30 gol. Pada musim keduanya Ronaldo berkutat dengan cedera lutut kanan (cedera yang selalu menggerogoti kariernya), namun ia berhasil mencetak 12 gol dalam 13 penampilannya dalam pertandingan Liga. Ronaldo juga berhasil meraih trofi Piala Belanda bersama PSV pada tahun 1995.

FC Barcelona (1996/97)

Sir Bobby Robson yang merupakan manajer FC Barcelona saat itu memproyeksikan Alan Shearer sebagi target utama, sayangnya Blackburn Rovers tidak mengijinkan Shearer untuk pindah (walaupun akhirnya Newcastle United yang mendapatkannya). Maka target pun beralih kepada Ronaldo untuk memakai seragam no. 9 di Barça. PSV Eindhoven setuju untuk melepas Ronaldo dengan nilai transfer 12 juta poundsterling. Penampilan Il Fenômeno mencapai puncaknya di Barça dimana ia secara spektakuler mencetak 47 gol dalam 49 penampilan untuk semua ajang kompetisi bersama Barça. Pergerakan Ronaldo yang gesit dan kuat bahkan pernah memporak porandakan pertahanan klub Celta Vigo yang menjadi lawan Barça di liga, dimana ia mencetak sebuah gol solo run melewati hampir semua pemain Celta Vigo. Penampilan impresifnya pun diganjar dengan meraih gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA 1996. Ia menjadi pemain termuda yang pernah meraihnya dalam usia 20 tahun. Bersama Barça Ronaldo meraih trofi Winner Cup, Piala Spanyol dan Piala Super Spanyol. Ronaldo juga menjadi pencetak gol terbanyak di Liga dengan 34 gol dari 37 penampilan. Akan tetapi dibalik kesuksesan Ronaldo, Barça justru menunda-nunda perpanjangan kontrak sang striker sehingga Ronaldo menjadi tidak bahagia, dan akhirnya mulai menyuarakan keinginan untuk pindah. Pada akhir musimnya bersama Barça klub-klub besar mulai mendekati Ronaldo, salah satunya adalah Inter Milan.

Internazionale Milan (1997-2002 )

Keadaan Ronaldo yang mulai tidak bahagia di klubnya dimanfaatkan oleh Inter Milan yang membeli kontrak Ronaldo sebesar 19 juta poundsterling. Ronaldo menjadi pemain termahal dunia pada saat itu. Pada musim pertamnya di Inter Il Fenômeno mengantarkan klub barunya meraih gelar UEFA Cup yang mana ia mencetak hat-trick pada final melawan Lazio. Pada tahun ini Ronaldo pun kembali meraih gelar Pemain Terbaik Dunia versi FIFA untuk kedua kalinya secara berturut turut. Pada musim pertamanya ia mencetak total 34 gol dalam 47 penampilan dalam semua ajang kompetisi. Ronaldo pun menjadi tumpuan Brasil untuk meraih gelar Piala Dunia 1998 di Prancis. Namun setelah cedera misterius di final melawan tuan rumah Prancis, penempilan Ronaldo menurun tajam. Hal ini berpengaruh pada performa Ronaldo di klub dimana ia hanya bisa tampil 19 kali dalam pertandingan liga. Walaupun begitu ia masih bisa mencetak 14 gol bagi Inter, dan menjadi runner-up Pemain Terbaik Dunia versi FIFA dibawah Zinedine Zidane yang mengalahkannya dalam partai final Piala Dunia 1998. Pada musim ketiganya Ronaldo kembali mengalami cedera parah ketika melawan Lecce dalam laga Seri A, dokter tim pun menyarankan Ronaldo untuk di operasi sehingga praktis musim itu pun berakhir secara tragis untuk Ronaldo. Ia hanya tampil dalam 7 pertandingan Seri A dan mencetak 3 gol. Pada tanggal 12 April 2000 Ronaldo melakukan pertandingan pertamanya setelah cedera tapi hanya mampu bertahan selama 7 menit dalam pertandinga Coppa Italia melawan Lazio. Lututnya kembali mengalami cedera sehingga ia pun absen sepanjang musim keempatnya bersama Inter. Setelah 2 operasi dan rehabilitasi yang memakan waktu 20 bulan. Ronaldo pun tampil kembali membela Inter dan mencetak 7 gol dalam 16 pertandingan dalam semua ajang kompetisi. Ia kemudian terpanggil dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea, dimana ia secara luar biasa mengantar Brasil meraih gelar Piala Dunia yang kelima. Para fans Inter pun bersuka cita karena mereka mengharapkan Il Fenômeno akan kembali ke performa seperti dulu dan mengantarkan Inter meraih gelar Juara Seri A yang mereka idam-idamkan. Namun suatu proposal dari klub Real Madrid sebesar € 39 juta membuyarkan impian itu, Ronaldo memilih pindah ke Real Madrid yang sedang membangun timnya dengan mengumpulkan pemain-pemain terbaik dunia untuk bermain bagi El Real. Semasa di Inter total Ronaldo mencetak 59 gol dalam 99 penampilan.

Real Madrid (2002-2007)

Ronaldo berseragam Real Madrid
Masuknya Ronaldo menjadi bagian skuad Los Galacticos Real Madrid, membuat El Real meraih keuntungan denga laku kerasnya kostum bernomor 11 bertuliskan Ronaldo. Hal yang memang diharapkan oleh manajemen Real Madrid. Pada musim pertamanya Ronaldo baru dapat tampil pertama kalinya membela El Real pada bulan Oktober 2002 karena cedera. Pada pertandingan debutnya Il Fenomeno mencetak 2 gol untuk kemenangan Real Madrid. Selama musim pertamanya ia mencetak 23 gol dalam 31 pertandingan, dan meraih gelar Liga pertamanya bersama klub dimana ia gagal meraihnya saat bersama Barcelona. Selain itu ia juga meraih gelar Piala Interkontinental dan Piala Super Spanyol. Pada musim keduanya Ronaldo,yang telah mengganti seragam no. 11 dengan no. 9, berhasil membawa Real Madrid melaju ke perempat final dalam kompetisi Liga Champion dimana Ronaldo mencetak hat-trick ketika melawan Manchester United di stadion Old Trafford. Namun pada akhir musim ia kembali menderita cedera sehingga El Real gagal mempertahankan juara Liga Spanyol dan tersingkir pada babak semifinal Liga Champions. Akan tetapi Il Fenômeno mampu meraih gelar top scorer dengan 24 golnya di ajang liga. Penampilan Ronaldo semakin menurun dikarenakan oleh kelebihan berat badan ditambah kedatangan beberapa pemain yang berposisi sama dengannya, Michael Owen, Antonio Cassano dan Ruud van Nistelrooy. Hubungannya dengan pelatih Real Madrid saat itu Fabio Capello pun memburuk. Bersama Real Madrid Ronaldo mencetak 177 gol dalam semua ajang kompetisi.

AC Milan (2007-2008)

Perseteruannya dengan manajer Fabio Capello makin menjadi-jadi, ditambah dengan memburuknya hubungan Ronaldo dengan kapten Real Madrid, Raul membuat Ronaldo makin terpinggirkan dalam skuad El Real. Pada bulan Januari 2007 Ronaldo hadir untuk menonton pertandingan antara AC Milan melawan AS Roma. Gosip yang beredar Ronaldo akan pindah ke AC Milan merebak luas. Hal yang makin memperuncing permusuhan antar AC Milan dan Inter Milan mengingat Ronaldo pernah membela Inter Milan. Pada 26 Januari 2007 Ronaldo pun resmi menjadi bagian skuad I rossonerri dengan nilai transfer €7.5 juta. Ia memilih seragam bernomor 99. Ia memulai debutnya sebagai pemain pengganti pada laga melawan Livorno dimana AC Milan menang 2-1. Il Fenômeno mencetak gol pertamanya untuk AC Milan saat melawan Siena. Ia mencetak 2 gol dan memberi 1 assist unutk kemenangan AC Milan 4-3. Pada musim pertamnya Ronaldo tampil 14 kali dengan mencetak 7 gol. Musim keduanya meski dihiasi berbagai cedera, Ronaldo berhasil mencetak 9 gol dalam 20 penampilannya. Pada tanggal 13 Februari 2008, Il Fenômeno kembali menderita cedera parah di lutut kirinya ketika ia melompat untuk menyambut umpan silang saat Milan seri 1-1 melawan Livorno. Cederanya lutut kirinya membuat Ronaldo mengalami cedera lutut yang parah pada kedua kakinya. Hal ini yang membuat AC Milan tidak memperpanjang kontrak Ronaldo ketika musim berakhir. Ronaldo dilepas dengan status bebas trsnsfer.

Corinthians (2009-14 Februari 2011)

Dalam upaya menyembuhkan cedera lutut kanannya, Ronaldo akhirnya berkesempatan untuk bergabung dengan klub idolanya semasa kecil, Flamengo. Akan tetapi Ronaldo pada detik-detik akhir memilih bergabung dengan rival Flamengo, Corinthians pada 9 Desember 2009 yang memancing amarah fans Flamengo. Pertandingan debut Ronaldo adalah pada tanggal 4 Maret 2009 melawan Itumbria pada ajang Copa do Brasil. 4 hari kemudian ia mencetak gol pertamanya untuk Corinthians ketika melawan Palmeiras pada ajang Liga Paulista. Il Fenômeno membawa Corinthians memenangkan Liga Paulista dengan mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan. Pada Februari 2010 ia menandatangani perpanjangan kontrak bersama Corinthians sampai akhir 2011 dan berencana untuk pensiun sebagai pesepak bola, tapi fisik berkata lain, akhir Sang Fenomena tidak sanggup menahan cedera yang terus menggerogotinya serta kegemukan dan pada akhirnya kata pensiun terucap pada tanggal 14 Pebruari 2011, Selamat Tinggal Sang Fenomena, Penerus anda di Timnas Brazil dan dunia mungkin ada seperti banyak Alexandre Pato (Penerus Sang Fenomena), Neymar (Titisan Pele), tapi belum ada yang mampu menandingi kelincahan, kegesitan, dribble bolanya maupun dalam penyelesaian akhirnya O Fenomena.

Pele, Sang Legenda Dunia

Edison Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé (lahir 23 Oktober 1940; umur 70 tahun) adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.
Dia lahir di Três Corações, Minas Gerais, Brasil.

Karier Klub

Santos

Pada tahun 1956, Pelé mengikuti seleksi pemain sepakbola di klub Santos, sebuah klub kecil diluar Sao Paulo. Pemandu bakat yang melihatnya kemudian berkata kepada Presiden klub bahwa anak 15 tahun yang bernama Pelé akan menjadi "pemain terbaik dunia" Pelé kemudian memulai debutnya di Santos pada 7 September 1957 mencetak 1 gol dalam kemenangan 7-1 melawan Corinthians dalam pertandingan eksebisi. Ketika liga dimulai Pelé telah mendapatkan tempat utama dalam tim senior Santos. Pada akhir musim kompetisi Pelé keluar sebagai top scorer liga pada umur 16 tahun. Hanya dalam tempo singkat, Pelé kemudian dipanggil untuk bergabung dengan skuad tim nasional Brasil. Sesudah penampilannya di Piala Dunia 1962, tim raksasa eropa seperti Real Madrid, Manchester United dan Juventus mulai mengincarnya. Namun hal ini dicegah oleh pemerintah Brasil dengan mengatakan bahwa Pelé adalah bagian dari harta karun negara dan tidak diperbolehkan bermain sepakbola di luar Brasil.
Pelé 1960
Trofi pertama untuk Pelé bersama Santos adalah Campeonato Paulista atau juara liga dimana Pelé secara menakjubkan keluar sebagai pancetak gol terbanyak dengan 56 gol, sebuah rekor yang tetap bertahan sampai sekarang. Setahun kemudian O Rei mempersembahkan trofi Torneio Rio-São Paulo dimana Santos mengalahkan Vasco da Gama 3-0. Sayangnya Santos tidak mampu mempertahankan trofi Campeonato Paulista. Pada 1960 Pelé berhasil membawa Santos memenangkan trofi Campeonato Paulista akan tetapi kalah dalam Torneio Rio-São Paulo. Pelé menyelesaikan kompetisi dengan mencetak 47 gol. Sepanjang kariernya di Santos Pelé telah mempersembahkan 10 trofi Campeonato Paulista, 4 trofi Torneio Rio-São Paulo, 5 trofi Taca Brazil, 1 trofi Recopa Int. dan trofi Torneio Roberto Gomes Pedrosa. Santos kemudian berpartisipasi dalam Copa Libertadores, turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan, dimana Pelé berhasil membawa Santos meraih trofi tersebut 2 kali pada tahun 1962 dan 1963 dan menjadi Top Skorer turnamen pada 1965. Pelé juga mengantarkan Santos menjuarai Piala Interkontinental yang sekarang menjadi turnamen Piala Dunia Antarklub pada tahun 1962 mengalahkan Benfica 3-2 dan 4-2 dan 1963, mengalahkan AC Milan 2-4, 4-2 dan play-off 1-0. Pada 19 November 1969 Pelé mencetak gol ke 1.000-nya untuk Santos. Gol itu dicetak Pelé ketika berhadapan dengan Vasco da Gama lewat tendangan pinalti. Penampilan Pelé bersama Santos telah membuatnya berkeliling dunia dalam berbagai laga eksebisi. Salah satunya pada 1967 dimana Santos bersama Pelé tampil di Nigeria di tengah-tengah perang saudara. Tampilnya Pelé membuat perang tersebut mengalami gencatan senjata selama 48 jam agar rakyat bisa menyaksikan Pelé tampil dalam laga eksebisi di Lagos, Nigeria.
Pelé kemudian pensiun sebagai pemain Santos pada tahun 1972. Selama 17 tahun kariernya bersama Santos Pelé telah mengoleksi total 1.115 penampilan dan mencetak 1.091 gol. Ini merupakan sebuah rekor klub.

New York Cosmos

Pada tahun 1974, Pelé tampil sebagai duta sepakbola untuk Amerika Serikat dalam rangka memopulerkan sepak bola bersama dengan Franz Beckenbauer dan Johan Cruyff. Pelé bergabung dengan klub New York Cosmos. Walaupun telah berumur 34 tahun, namun kemampuan Pelé masih memukau. Dia bahkan mengantarkan New York Cosmos menjadi juara NASL (North American Soccer League) pada tahun ketiga nya. Total Pelé tampil dalam 107 pertandingan dan mencetak 64 gol.

Piala Dunia

Piala Dunia Sepak bola atau sering disingkat sebagai Piala Dunia saja (nama resmi: Piala Dunia FIFA) adalah kompetisi terpenting dalam dunia sepak bola internasional. Diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association, pengatur cabang olahraga ini, turnamen babak final Piala Dunia adalah ajang olahraga yang paling banyak ditonton di dunia, bahkan melebihi Olimpiade.
Babak final turnamen (merujuk kepada bagian turnamen setelah kualifikasi) ini diselenggarakan empat tahun sekali namun kejuaraan ini mengambil masa dua tahun secara keseluruhan. Lebih dari 160 tim nasional bertarung dalam turnamen kualifikasi regional untuk meraih tempat dalam babak final. Babak finalnya kini melibatkan 32 tim (peningkatan dari 24 tim pada tahun 1998) yang berkompetisi selama 4 minggu di negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Inovasi yang dilakukan baru-baru ini memperbolehkan lebih dari satu negara menjadi tuan rumah.
Piala Dunia terakhir diadakan di Afrika Selatan pada 11 Juni-11 Juli 2010 yang dimenangi oleh Spanyol dan Piala Dunia FIFA 2014 akan diadakan di Brasil.

Dream Team Champions League

Paris - Surat kabar Prancis, L'Equipe menerbitkan susunan pemain impian (dream team) Liga Champions sepanjang masa. Siapa saja yang berhasil masuk?

Dari sebelas nama pemain yang dirilis oleh L'Equipe, hanya ada tiga nama pemain yang masih aktif bermain sedangkan sisanya adalah para pemain yang sudah gantung sepatu. Tiga pemain yang masih aktif bermain adalah Ryan Giggs (MU), Clarence Seedorf (Milan) dan Lionel Messi (Barcelona).

Sisanya didominasi oleh mantan pemain AC Milan dan Real Madrid yang memang paling banyak mengoleksi trofi Liga Champions. Di posisi penjaga gawang, ada nama Sepp Meier yang berhasil menjadi juara bersama Bayern Munich di tahun 1974-76.

Empat pemain belakang terdiri dari Phil Neal (Liverpool), legenda Jerman, Franz Beckenbauer serta duo legenda Milan, Paolo Maldini dan Franco Baresi.

Di lini tengah, trio pemain yang masih aktif bermain, yakni Messi, Seedorf dan Giggs ditemani oleh legenda Ajax dan Belanda, Johan Cruyff. Duet lini depan adalah penyerang yang haus gol dan ditakuti di era-nya, yakni Alfredo Di Stefano (Madrid) dan Marco van Basten (Milan)

Minggu, 02 Oktober 2011

Mega Man (character)


Mega Man
Mega Man (Mega Man 9).png
Mega Man in Mega Man 9
















Mega Man, known as Rockman (ロックマン Rokkuman?) in Japan, is a cybernetic video game character, and the main protagonist of what has been referred to as the original Mega Man series developed by Capcom since 1987.[1] The pixel art for the character was created by the designer of the original game in the series, credited under the pseudonym "A.K",[2] and later turned into a refined illustration by Keiji Inafune.[3][4] Since then, he has become one of the company's primary original characters and continues to be one of the video game industry's most recognizable icons.[5] Having appeared on many gaming systems since the Nintendo Entertainment System, Mega Man has had a wide gaming audience, and his games continue to evolve with the ever-changing hardware demands of modern gaming systems. Mega Man's fictional universe can be divided into seven categories, each featuring different variations and incarnations of a cyborg boy hero. Although "Mega Man", or "Rockman", is usually the name used to describe only the original Mega Man from the classic series, it can also be used less specifically to describe the Mega Man series of fictional works, or the group of adherently named main characters within.
The several spin-off series that have emerged over the past years, each one continuing the Mega Man mythos in some unique way, includes but isn't limited to the Mega Man X, Mega Man Legends, Mega Man Battle Network, and Mega Man Star Force series. A resulting animated series was also produced originally in Japan as well as a number of toys, comics, and collectables available both in and outside of Japan.
Mega Man's role in the original story is to battle the mad scientist Dr. Wily and his ever-growing army of cyborgs, and stop them from taking over the planet by using their own special abilities against them.[6] Utilizing his special Mega Blaster arm cannon (becomes the Mega Buster starting with Mega Man IV), and his ability to copy a defeated cyborg's special weapon. Mega Man must travel the world and traverse harsh environments in order to bring Wily's menace to an end. With the help of his creator Dr. Light and his assorted cybernetic companions, Mega Man's eventual goal is to one day achieve "everlasting peace".[7]